Saturday, January 22, 2011

Duhai hati

Manusia memang makhluk Allah yang paling mulia. Malah kalau nak dibandingkan jin Islam yang paling alim dengan manusia yang ibadatnya ala kadar saja pun tetap taraf manusia tu lebih tinggi dari jin yang alim. Tapi manusia tak kuat. Sebab ada dua makhluk dalam badan manusia yang lemah dan degil. Yang lemah namanya Hati dan yang degil namanya Nafsu. Satu boleh nampak boleh sentuh, satu lagi tak boleh dilihat dengan mata. 

Kadang-kadang bila manusia dah buat kesalahan dia rasa takut dan berjanji pada Penciptanya tak kan buat lagi. Tapi Hati manusia lemah susah untuk dia pegang janjinya pada Penciptanya. Itulah manusia... kita memang lemah tapi kita boleh cakap pada Hati untuk jadi kuat walaupun kadang-kadang Nafsu akan datang melemahkan semula. 

Duhai hati...
Letih yang engkau rasakan selama ini mungkin tak sebanding dengan letihnya hati mereka dalam menapaki kehidupan ini. Di dalam keletihan itu, mereka memahami bahwa letihnya mereka akan membuat mereka menjadi orang-orang seperti yang dicitakan. Lalu bagaimana denganmu wahai hatiku.. Baru sebentar saja engkau merasa letih tapi kau sudah merintih bagai seribu tahun kau mengalaminya.. Malulah pada mereka yang merasa letih tetapi mereka memaknai letihnya sebagai sesuatu yang dapat mengantarkannya pada sebuah kebahagiaan.. Bukankah orang yang berjuang dan berkorban itu letih? Bukankah akhir dari perjalanan orang yang berjuang dan berkorban itu sebuah kebahagiaan jika dijalani dengan ikhlas dan penuh kesungguhan??

Duhai hati..
Lelah memang terus menerus hal-hal kurang mengenakkan itu menerpa hidupmu. Tetapi jika kau renungi kembali kisah di atas, perjuangan mereka tidak mengenal lelah. Setiap lelah menghinggapi mereka, mereka beristirahat dan kemudian bangkit berjuang kembali. Mereka paham kalau diamnya mereka tak dapat membuahkan hasilapapun bagi kehidupannya. Mereka yakin perjuangan dan pengorbanannya selama ini, berlelah-lelahan, akan berbuah sebuah kebahagiaan yang tak dapat tergantikan nikmatnya. Lalu bagaimana denganmu wahai hatiku.. Baru sebentar saja kau diberi cobaan dan ujian tapi kau sudah merasa lelah dan menyerah.. Malulah kau pada mereka yang tak punya apa-apa tapi mereka tetap istiqamah berjuang dan berkorban hingga cita-cita mereka tercapai.. Bukankah orang yang berjuang dan berkorban itu lelah? Bukankah akhir dari kelelahan orang yang berjuang dan berkorban itu sebuah kebahagiaan jika dijalani dengan ikhlas dan penuh kesungguhan??

Nota penulis: Tulisan yang dicondongkan (italic) diambil dari dakwatuna.com untuk membaca artikel yang lengkap sila ke laman web tersebut. 

No comments: