Sunday, August 14, 2011

Happy birthday The Talking Words!

It was actually belated birthday because I officially started this blog on the 9th of Ramadhan last year. So far, I'm happy though not actually satisfied with the numbers of entries posted. But at least some of the entries does brings  good message and help readers in many ways. Thank you for reading! 

By the way, I'm working for almost like 3 weeks now at a book shop. But my job is to handle the embroidery machines. The task looks easy but very dangerous. I call it the fingers eater because a few years ago a finger does got stuck between the needles, as my boss said. 

I solely hopes my salary for doing this odd job can pay for my concocation fees. 

Anyway, life's good so far. I'll try to keep posting updates. Thanks again for reading :)

Happy Ramadhan everyone.

Tuesday, August 9, 2011

Pengemis Buta & Rasulullah S.A.W

SEMOGA BERMANFAAT


Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap
harinya
selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya,
Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu
pembohong,
dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan
dipengaruhinya.

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan
makanan,
dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang
dibawanya
kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang
menyuapinya
itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari
sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan
makanan setiap
pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat
Rasulullah SAW yakni
Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak
bukan merupakan
isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,Anakku,
adakah kebiasaan
kekasihku yang belum aku kerjakan?

Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan
hampir tidak ada
satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.
Apakah Itu?, tanya Abubakar RA.
Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan
membawakan
makanan untuk
seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk
diberikan kepada
pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan
itu kepadanya.
Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik,
Siapakah kamu?
Abubakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).
Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si
pengemis
buta itu.

Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak
susah mulut ini mengunyah.
Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku,
tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut,
setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata
kepada pengemis itu,
Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah
seorang
dari sahabatnya,
orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar
RA, dan kemudian berkata,
Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya,
ia tidak pernah memarahiku sedikitpun,
ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia....


Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA
saat itu juga
dan sejak hari itu menjadi muslim.

Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah
SAW?
Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau?
Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.

Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah
baiknya kita berusaha
meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup
melakukannya.

Sebarkanlah riwayat ini ke sebanyak orang apabila kamu mencintai
Rasulullahmu...

Sadaqah Jariah salah satu dari nya mudah dilakukan, pahalanya?
MasyaAllah....macam meter taxi...jalan terus.


Sadaqah Jariah - Kebajikan yang tak berakhir.

1. Berikan al-Quran pada seseorang, dan setiap dibaca, Anda mendapatkan
hasanah.

2. Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, Anda
dapat hasanah.

4. Bantu pendidikan seorang anak.

5. Ajarkan seseorang sebuah do'a. Pada setiap bacaan do'a itu, Anda dapat
hasanah.

6. Bagi CD Quran atau Do'a.

7. Terlibat dalam pembangunan sebuah mesjid.

8. Tempatkan pendingin air di tempat umum.

9. Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau binatang berlindung
dibawahnya, Anda dapat hasanah.

10. Bagikan email ini dengan orang lain. Jika seseorang menjalankan salah
satu dari hal diatas,
Anda dapat hasanah sampai hari Qiamat.

Aminnnnnn...

Monday, July 25, 2011

Saksikanlah Tuhanku...sesungguhnya aku telah berusaha.
Mungkin masih beum cukup dimataMu,
Tapi setakat ini, itu yang mampu aku berikan.
Maka Tuhanku, aku kini hanya mampu bertawakkal dan berdoa padaMu.
Peluklah mimpi-mimpiku.

Friday, July 15, 2011

Penafian satu kebenaran: Berkata benarlah walaupun pahit

Aku yakin semua kawanku sibuk mengejar impian masing-masing, sibuk dengan perantauan masing-masing. 

Tetapi, adakah persahabatan memang akan kendur kerana jarak? Aku yakin inti persahabatam memang tidak akan rosak. Tetapi jarak dan tempat tidak berdusta, berpisah secara fizikal memang mampu meregangkan keintiman persahabatan kerana tidak lagi disiram pertemuan, gurau senda dan diskusi.

Bagi aku kami kini bagaikan pendekar kuil Shaolin yang baru turun dari gunung dan tersebar ke pelbagai penjuru mata angin bagi mengejar impian dan menjalankan misi hidup masing-masing. Entah bila kami akan bertemu lagi.

Mungkin inilah yang dimaksudkan oleh syair Imam Syafie', "Merantaulah, kau akan dapat pengganti kerabat dan kawan. Bahkan Imam Syafie' menyuruh kita meninggalkan tempat lama, tempat kita hidup selesa menuju tempat yang penuh tanda tanya: tanah perantauan.

Sumber dari kata-kata nukilan A Fuadi - Ranah 3 Warna. 

Man jadda wa jadda!

Friday, July 8, 2011

Baru balik dari merayap..again. Blog terabai, FB kena tinggal, emel tak balas, mesej di telefon pun tak dapat nak terima. Tak sangka hostel Restu USM tu tak dapat line satu bar pun. Dah lah berpenunggu, seram kawan aku dibuatnya.Kawan aku lah seram, aku tak hehe. Tapi masa naik tingkat 9 malam tu memang dah berdiri dah bulu tengkuk den.

Oh ya aku pergi Penang sebab ada bengkel penulisan skrip. Yang mengajar kami En. Martias Ali. Kesimpulannya? Jangan pandang rendah pada penulis skrip. Susah ooo nak buat. Tak ada skrip, pengarah tak ada, pelakon tak ada, penerbit lagi la...